Pagi ini, dibuka dengan, kademen!
"Hakok iso?"
Jadi ceritanya gini, tadi pagi itu jadwal presentasi sejarah di lab Multimedia, gara-gara ruangan IPA 4 yang ndak bisa dipake proyektornya.
Masuk ke lab, hawa dingin mulai menyeruak. Presentasi pun jadi ndak begitu menarik gara-gara pada sibuk sendiri-sendiri. Entah itu ngobrol buat menghindarkan mulut dari kekeringan, maenan laptop buat menghindarkan tangan dari kebekuan, kemulan untuk menghindarkan *tiitt* dari kemengkerutan, dan lain sebagainya yang bertujuan untuk menghangatkan badan. #ndeso
Baru 3 kelompok yang maju presentasi tadi. "Sisanya minggu depan ya." ujar Pak Prijo. :D
![]() |
| Tuh, ditweet pula. Ckckck. |
Oh ya, sempat ada kejadian yg lumayan lucu waktu presentasi kelompok bab Revolusi Amerika. Jadi gini, waktu itu kan kelompoknya terdiri dari Faly-Gadang-Eldinar-Filma-Fandi. Waktu pembukaan oleh si Fandi, dia berkata :
"Eee, kita dari kelompoknya El ya. Kelompoknya El."
Lantas, terdengar tawaan dahsyat dari Gadang sambil berkata ke Fandi. Dan terjadi dialog, begini :
"Kae, delokke raine Danar. Mangkelke. Hahaha.""Wooh, iyo lee. Haha""Bar iki dewe dihadang kie. Haha."
Terlihat, raut muka dari Danar yang pasang muka cemberut. Ckckck.
FYI aja. Mereka berdua sebenernya sedang dimabuk cinta. :)
"Sopo? Gadang karo Fandi po? Masyaallah!""Suog! Mbokmu kiper!" -____-
______
Mapel selanjutnya, TIK.
Entah kenapa, secara pribadi, mimin merasakan adanya keterkaitan antara TIK dengan Ekonomi.
"Ekonomiiiii wae." -___-
Hehe. Bukan under estimated kok. :)
Jadi, tugas TIK tadi itu bikin program buat ngitung gaji pegawai. Bayangin deh kode yang harus ditulis oleh kami yang pahpoh dalam Visual Basic. #oh
Lepas TIK, pindah ke IPA 7.
Mapelnya, Bahasa Indonesia. Masih nerusin materi kemaren. Membacakan biografi tokoh. :)
Mmmm... ndak ada momen yang yahud kayaknya. Hehe.
Mapel terakhir, Bahasa Inggris.
Disini, kita disajikan sebuah kasus.
Kasusnya, ada orang yang mengeluarkan pendapat bahwa, ia mendukung pelarangan pembawaan HP ke sekolah. Disitu ia juga ber-argumen bahwa HP bisa digunakan siswa untuk mencontek dan lain sebagainya. Logis emang. -__-
Nah, tugas kita, disuruh men-debat pendapat itu. Kita diposisikan sebagai pendukung pembawaan HP disekolah. Disertai alasan yang logis dukungan kita.
Nah. Karna kita rakyat Indonesia yang terkenal kreatif. Maka alasan dari kita pun macem-macem. Mulai dari yang logis sampe yang diluar nalar. Contohnya :
-Untuk berkomunikasi dengan keluarga. (logis)
-Untuk dijadikan sebagai kalkulator. (diluar nalar)
Dan ternyata, ada satu alasan logis dari Pak Eko yang kita ndak kepikiran.
"Opo e?"
Alasannya, karena HP itu ada. -__-
Yaa, karena HP itu ada. HP itu udah ada dalam hidup kita. Udah masuk dan jadi kebutuhan buat kita. So, buat apa HP dilarang dibawa ke sekolah? #Jaaan.
Hehe, alasan itu cuma buat sekedar menjawab kasus tadi kok. Bukan untuk menumbuhkan kaum-kaum radikal nan revolusioner di sekolahan. :D
Well. Hari ini termasuk amazing kalo kita mau mengenangnya. Dan, hari ini, akan menjadi sebuah cerita ke anak cucu nanti. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar